Keputusan itu disampaikan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar dalam Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU, Selasa, 7 Juni 2026.
"Tadi kami sudah beberapa kali pertemuan ternyata masih butuh 1 atau 2 jam lagi. Jadi, mohon sabarnya diskors lagi sekitar 1 jam atau dua jam. Doanya semoga mudah-mudahan selesai," katanya.
Kiai Miftach juga mengatakan, jika keputusan belum tercapai, maka Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah bakal dilanjut pada Rabu, 8 Juli 2026, pukul 08.00 WIB.
"Kalau sampai besok, bisa lewat zoom," singkatnya.
Kiai Miftah menegaskan selama ini tidak pernah mengarahkan pilihan kepada lokasi tertentu untuk penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, mekanisme penentuan lokasi pada awalnya diserahkan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU.
Namun, karena usulan yang berkembang mengarah pada beberapa pesantren di satu wilayah, proses penetapan lokasi kemudian dikembalikan kepada PBNU.
"Oleh karena itu, sebagaimana penentuan lokasi Munas dan Konbes, kita juga mengirimkan tim survei. Kemarin, untuk Muktamar, tim survei juga telah diterjunkan," tandasnya.
Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, sebelumnya telah menyepakati pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 1–5 Agustus 2026. Hingga kini, lokasi penyelenggaraan Muktamar masih dalam proses penetapan.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: