
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Iran telah memenangkan perang sekaligus diplomasi dalam konfliknya dengan Amerika Serikat.
Berbicara dalam sebuah acara pada Selasa, 18 Agustus 2026, Araghchi mengatakan Iran mampu bertahan selama berhari-hari menghadapi apa yang digambarkannya sebagai operasi militer terbesar di dunia, bersama kekuatan militer lain di dalam maupun luar kawasan.
“Mereka yang menginginkan penyerahan tanpa syarat, tak lama setelah perang dimulai, memohon untuk dilakukan negosiasi,” kata Araghchi.
Dia mengatakan Teheran pada awalnya menolak gencatan senjata dan terus bertempur hingga mencapai titik ketika pihak lawan menerima gencatan senjata dan negosiasi dengan syarat-syarat Iran.
“Kami berjuang dengan kekuatan, dan kami bernegosiasi dengan kekuatan. Iran memenangkan perang dan diplomasi," ujar Araghchi.
Pernyataan Araghchi disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran untuk menyerah.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: