Satelit Lampung-1 Mengorbit dari China, Ini Fungsi dan Keunggulannya

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/tifani-5'>TIFANI</a>
OLEH: TIFANI
  • Kamis, 06 Agustus 2026, 16:46 WIB
Satelit Lampung-1 Mengorbit dari China, Ini Fungsi dan Keunggulannya
Ilustrasi Satelit Lampung-1 Mengorbit dari China (Sumber: Instagram @star.vision_aerospace)
Kecil Besar
rmol news logo Satelit Lampung-1 resmi mengorbit setelah diluncurkan dari lepas pantai Shandong, Tiongkok, pada Rabu (5/8/2026) dalam misi Satelit Kembar Hiperspektral OSE dari perairan lepas pantai Shandong, China. Satelit ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Lampung dengan perusahaan teknologi antariksa asal China, STAR.VISION. 

Lampung-1 dirancang untuk menyediakan data observasi bumi yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari ekonomi kelautan, pengelolaan lingkungan, hingga industri berbasis data. Kehadiran satelit tersebut menjadi salah satu langkah pemanfaatan teknologi antariksa untuk mendukung pembangunan berbasis data di Provinsi Lampung.

Lampung-1 merupakan satelit penginderaan jauh yang dikembangkan melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung dan STAR.VISION. Mengutip unggahan @star.vision_aerospace, satelit ini dirancang untuk menyediakan data observasi bumi yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari ekonomi kelautan, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan industri berbasis data.

Peluncuran Lampung-1 juga menjadi bagian dari kolaborasi internasional di bidang teknologi antariksa. Dalam unggahan yang sama, perusahaan juga menandai Pemerintah Provinsi Lampung, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Uzcosmos Uzbekistan sebagai mitra dalam misi tersebut.

Sebelum peluncuran, STAR.VISION memperlihatkan roket pembawa kedua satelit telah diangkut menuju kapal peluncur yang bergerak ke titik peluncuran di Laut Shandong, China. Satelit Lampung-1 memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan satelit konvensional. 

Satelit ini dibekali teknologi pencitraan hiperspektral multi-band yang dipadukan dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi hiperspektral memungkinkan satelit menangkap informasi dalam lebih banyak spektrum cahaya dibandingkan kamera satelit pada umumnya. 

Dengan demikian, objek di permukaan bumi dapat dianalisis secara lebih rinci sehingga menghasilkan data yang lebih kaya. Selain itu, AI yang ditanamkan di dalam satelit memungkinkan proses analisis data dilakukan langsung saat satelit berada di orbit. 

Kemampuan tersebut membuat data dapat diproses lebih cepat sehingga informasi yang dihasilkan dapat segera dimanfaatkan oleh pemerintah maupun pelaku industri tanpa harus menunggu seluruh data dikirim ke stasiun bumi untuk diolah. Satelit Lampung-1 dikembangkan untuk mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Lampung melalui pemanfaatan data satelit. 

Data yang dihasilkan diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengambil keputusan berbasis informasi, termasuk untuk pengelolaan wilayah pesisir dan laut, pemantauan kondisi lingkungan, serta pengembangan industri yang mengandalkan data geospasial.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: TIFANI

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA