Ia menyebut, perbedaan pendapatan antara dokter dengan penghasilan tertinggi dan terendah bisa mencapai ribuan kali lipat, sehingga perlu segera ditata agar lebih berkeadilan.
Budi mengungkapkan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang memiliki kesenjangan pendapatan sangat tinggi. Kondisi itu, kata dia, memunculkan banyak keluhan dari tenaga medis yang berada di lapisan bawah.
"Di Jakarta ada yang dapatnya ordenya sebulan miliaran. Ini adalah salah satu bidang di mana gap-nya tinggi sekali," kata Budi dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi IX DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis 25 Juni 2026.
Menurut Budi, tingginya kesenjangan tersebut tidak hanya terlihat dari praktik pelayanan kesehatan di kota-kota besar, tetapi juga tercermin dari perbedaan tunjangan dokter spesialis di berbagai daerah.
Ia mencontohkan, tunjangan dokter spesialis di Kabupaten Bone hanya sekitar Rp3 juta per bulan, sedangkan di Kabupaten Mahakam Ulu mencapai Rp80 juta per bulan.
"Ini saya kasih contoh aja, ya. Ini adalah tunjangan untuk dokter spesialis, Bapak-Ibu. Di Kabupaten Bone Rp3 juta, di Mahakam Ulu Rp80 juta," kata Budi.
Budi mengakui kondisi itu berpotensi menimbulkan rasa ketidakadilan di kalangan dokter yang memiliki tingkat pendidikan dan kompetensi yang sama.
"Saya menyadari, ya pasti biar gimana pun teman-teman dokter spesialis yang sama, lulusan yang sama, lihat gini kan dia pasti akan sedih, kan," kata Budi.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: