Pimpinan Komisi I DPR Berduka Dua Peserta SPPI Kopdes Meninggal Dunia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Rabu, 24 Juni 2026, 14:20 WIB
Pimpinan Komisi I DPR Berduka Dua Peserta SPPI Kopdes Meninggal Dunia
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono. (RMOL/ Faisal Aristama)
rmol news logo Pimpinan Komisi I DPR menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mengatakan, kepergian kedua peserta tersebut merupakan kehilangan yang patut menjadi keprihatinan bersama.

Menurut Dave, tidak hanya bagi Komisi I DPR, peristiwa tersebut merupakan kehilangan yang patut menjadi keprihatinan bersama. 

“Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah ini," kata Dave kepada wartawan, Rabu 24 Juni 2026.

Dave menilai kedua peserta merupakan bagian dari generasi muda yang memilih mengabdikan diri untuk mendukung pembangunan nasional, khususnya melalui penguatan ekonomi desa.

"Keikutsertaan mereka mencerminkan semangat pengabdian dan komitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan masyarakat, khususnya melalui penguatan ekonomi desa sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan," kata Legislator Golkar ini.

Dave menjelaskan, program SPPI merupakan salah satu upaya negara dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kedisiplinan, integritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

"Keterlibatan berbagai institusi negara dalam program ini menunjukkan komitmen bersama untuk membentuk kader-kader pembangunan yang mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan," kata Dave.

Mengenai kematian dua peserta SPPI, Dave meminta semua pihak memberikan ruang bagi proses penelusuran fakta yang tengah dilakukan agar informasi yang berkembang dapat dipahami secara utuh dan objektif.

"Penting untuk memberikan ruang bagi proses penelusuran dan pendalaman fakta yang sedang berlangsung agar setiap informasi dapat dipahami secara utuh, objektif, dan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Dave.

Lebih jauh, ia meyakini instansi terkait akan menangani peristiwa tersebut secara profesional, baik dalam memberikan perhatian kepada keluarga korban maupun menyampaikan informasi kepada publik.

"Hal tersebut penting sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program-program strategis yang dijalankan negara," pungkas Dave.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA