"Ini menjadi keprihatinan yang luar biasa karena berpotensi meluas secara regional bahkan global," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono secara virtual dalam Dialektika Demokrasi bertajuk "AS-Iran Kembali Memanas, Seberapa Besar Ancamannya Bagi Stabilitas Dunia?", Kamis 23 Juli 2026.
Legislator Golkar itu menegaskan, Indonesia sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif dan memiliki posisi non-blok harus terus mendorong seluruh pihak menahan diri. Siklus serangan dan aksi balasan, kata dia, harus segera dihentikan melalui jalur diplomasi.
Menurut Dave, penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui dialog yang terbuka dengan tetap menghormati hukum internasional. Ia menilai penggunaan kekuatan militer hanya akan memperpanjang konflik tanpa memberikan solusi yang berkelanjutan.
"Diplomasi tetap menjadi pilihan yang paling realistis untuk menciptakan perdamaian," kata Dave.
Selain mendorong upaya perdamaian, Dave mengingatkan pemerintah agar menjalankan kewajiban konstitusional dalam memberikan perlindungan kepada WNI yang berada di kawasan konflik. Pemerintah juga diminta menyiapkan langkah evakuasi apabila kondisi keamanan semakin memburuk.
Di sisi lain, Dave menilai konflik di Timur Tengah berpotensi memicu kenaikan harga energi dunia. Lonjakan harga minyak dan gas diperkirakan akan meningkatkan biaya transportasi, mengganggu rantai pasok global (global supply chain), hingga menekan daya beli masyarakat.
"Kenaikan harga energi akan berdampak terhadap perdagangan, biaya logistik, dan perekonomian. Jika kondisi ini terus berlangsung, ketidakpastian global dapat memperlambat perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi," kata Dave.
BERITA TERKAIT: