Jurubicara Partai Gerindra, Bahtra Banong menuturkan, secara semiotika bahasa tubuh Presiden Prabowo dengan Megawati merupakan kedewasaan politik kedua tokoh itu.
"Para pemimpin bangsa menunjukkan sikap guyub dan kebersamaan, terutama di tengah tantangan yang tidak mudah akibat dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang penuh ketidakpastian," ujar Bahtra kepada
Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Anggota Legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra) itu memandang, kepemimpin Presiden Prabowo yang nampak saat ini menjadi tauladan, sehingga isu-isu miring yang beredar tentang arah politik terbantahkan dengan sendirinya.
"Kita juga patut bersyukur memiliki pemimpin, seperti Pak Prabowo yang selalu memberikan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu," urainya.
"Inilah salah satu ciri khas kepemimpinan beliau, yakni mengedepankan persatuan, gotong royong, dan semangat bahu-membahu dalam membangun bangsa," sambung Bahtra.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu meyakini, komunikasi politik melalui gandengan tangan ini juga menunjukkan bahwa hubungan Prabowo dan Megawati terjalin dengan baik sejak lama.
"Kedua tokoh bangsa tersebut memiliki kedekatan emosional dan persahabatan yang kuat, sehingga komunikasi dan silaturahmi di antara mereka tetap terjaga dengan baik demi kepentingan bangsa dan negara," demikian Bahtra menambahkan.
BERITA TERKAIT: