Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa menilai, momen tersebut sebaiknya tidak dibesar-besarkan. Hensa melihat saat itu memang sudah ada pembagian tugas antara Teddy dengan Fadli.
"Menurut saya, tidak ada yang salah dengan situasi itu, kalau dipikir-pikir, justru akan lebih aneh kalau yang mengemudikan mobil golf itu Fadli Zon," kata Hensa, Minggu, 12 Juli 2026.
Ia menilai Fadli Zon memiliki tugas yang berbeda selama kunjungan tersebut. Karena itu, akan sulit apabila Fadli harus mengemudikan kendaraan sekaligus memberikan penjelasan kepada Presiden maupun tamu negara.
Hensa menyoroti, peran Teddy sebagai Sekretaris Kabinet membuatnya wajar menjalankan tugas mengemudikan kendaraan yang membawa Presiden. Ia pun menilai, Presiden Prabowo sepertinya tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Teddy memang menjabat sebagai Seskab, sehingga sangat mungkin salah satu tugasnya adalah memastikan mobilitas Presiden berjalan lancar, termasuk ketika harus mengemudikan kendaraan di area yang memang menggunakan mobil golf. Dari yang terlihat juga, Pak Prabowo tampak nyaman dengan itu," katanya.
Karena itu, Hensa meminta publik tidak terburu-buru melihat kejadian tersebut sebagai persoalan privilese atau perlakuan istimewa.
“Dalam sebuah kunjungan kenegaraan, pembagian tugas sering kali sangat praktis. Ada yang bertugas mendampingi dan menjelaskan, ada yang memastikan mobilitas Presiden berjalan dengan baik. Selama tugas masing-masing berjalan, saya kira tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan,” pungkas dia.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: