Sekitar 90 persen komoditas ekspor Indonesia diproyeksikan dapat menembus pasar Belarusia tanpa dikenai bea masuk setelah Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (IEAEU FTA) resmi diimplementasikan.
Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui unggahan di akun @sekretariat.kabinet yang dikutip pada Jumat, 3 Juli 2026.
"Belarus merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia di kawasan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Melalui implementasi IEAEU FTA, sekitar 90 persen produk Indonesia nantinya akan memperoleh akses pasar dan fasilitas bebas bea masuk ke Belarus setelah proses ratifikasi diselesaikan," tulis Teddy.
IEAEU FTA merupakan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan negara-negara anggota EAEU yang terdiri atas Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgistan.
Kehadiran perjanjian tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di kawasan Eurasia sekaligus memperluas pasar ekspor nasional.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan surat kepada DPR guna mempercepat proses ratifikasi perjanjian tersebut.
Menurut Airlangga, Rusia dan Belarus telah lebih dahulu meratifikasi IEAEU FTA sehingga implementasinya semakin mendekati tahap akhir.
"Bapak Presiden sudah mempersiapkan surat ke DPR untuk Rusia dan Belarusia sudah meratifikasi perjanjian ini sehingga dengan demikian hampir 90 persen, lebih produk Indonesia masuk EAEU termasuk Belarus dengan bea masuk nol, demikian pula dengan sebaliknya," kata Airlangga usai Indonesian-Belarusian Forum di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Saat ini nilai perdagangan Indonesia dan Belarus mencapai sekitar 220 juta dolar AS. Pemerintah berharap implementasi penuh IEAEU FTA tidak hanya mendorong peningkatan ekspor dan investasi bilateral, tetapi juga memperluas kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari industri pupuk, alat berat, kendaraan listrik, hingga penguatan ketahanan pangan kedua negara.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: