Teddy Bantah Isu Prabowo Abaikan Ajakan Bertemu dari Sejumlah Kepala Negara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Selasa, 02 Juni 2026, 12:20 WIB
Teddy Bantah Isu Prabowo Abaikan Ajakan Bertemu dari Sejumlah Kepala Negara
Seskab Teddy Indra Wijaya (Foto: YouTube Sekretariat Kabinet)
rmol news logo Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah anggapan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengabaikan permintaan pertemuan dari sejumlah kepala negara saat menghadiri berbagai forum internasional.

Menurut Teddy, agenda pertemuan bilateral dalam setiap kunjungan luar negeri ditentukan langsung oleh Presiden bersama Menteri Luar Negeri dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan kepentingan strategis bagi Indonesia.

"Jadi gini, pertemuan dengan kepala negara lain di suatu event itu yang menentukan adalah Bapak Presiden dan juga saran dari Menteri Luar Negeri. Dan beliul-beliulah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang harus diutamakan. Mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup menggunakan telepon," ujar Teddy dalam unggahan video di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, dikutip Selasa, 2 Juni 2026.

Teddy juga menegaskan bahwa tidak semua komunikasi maupun pertemuan antarpemimpin negara harus diumumkan kepada publik. Dalam praktik diplomasi, terdapat berbagai pertimbangan yang menjadi kewenangan Presiden dan tim diplomasi Indonesia.

"Mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan. Dan saya rasa semua diplomat hebat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan," lanjutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus diplomat senior Dino Patti Djalal. 

Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun X miliknya, Dino mengungkapkan bahwa saat menghadiri Sidang PBB di New York tahun lalu, Presiden Finlandia disebut telah mengajukan permintaan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Namun, menurutnya, permintaan tersebut tidak memperoleh respons. 

Hal serupa juga diklaim terjadi dalam KTT ASEAN di Cebu, Filipina, ketika permintaan pertemuan bilateral dari seorang kepala pemerintahan negara ASEAN disebut tidak mendapat tanggapan.

Dino kemudian mengusulkan formula "1 plus 8", yakni agar Presiden tidak hanya menyampaikan pidato dalam forum internasional, tetapi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk bertemu sedikitnya delapan kepala negara lain yang hadir. 

"Kenapa delapan? Karena nampaknya angkat lapan adalah favorit Presiden yang juga dikenal sebagai 08," ujar Dino.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA