Demikian dikatakan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah saat berbincang dengan
RMOL di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 30 Mei 2026.
"Ada tokoh intelijen yang dipecat Prabowo kemudian menggerakkan serangan melalui platform seperti Facebook, X (Twitter), YouTube, Instagram dan Threads," kata Amir.
Tokoh intelijen tersebut, kata Amir, merupakan loyalis berat Jokowi yang sempat dipakai jasanya saat awal-awal Prabowo berkuasa.
Menurut Amir, seharusnya Prabowo sejak awal sudah tegas tidak mengakomodir orang-orang Jokowi masuk dalam gerbong pemerintahannya.
"Sebab mereka bisa kapan saja menusuk Prabowo. Termasuk mengorkestrasi pemakzulan Prabowo lewat bantuan termul-termul," kata Amir.
Amir menambahkan, dengan logistik melimpah, serangan digital yang terus diarahkan kepada Prabowo akan terus dilakukan hingga tujuan mereka tercapai.
"Sudah saatnya Prabowo membersihkan loyalis Jokowi yang justru menghambat program-program Asta Cita," pungkas Amir.
BERITA TERKAIT: