Jemaah Haji Diimbau Turut Doakan Bangsa Saat Wukuf di Arafah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Senin, 25 Mei 2026, 13:29 WIB
Jemaah Haji Diimbau Turut Doakan Bangsa Saat Wukuf di Arafah
Jemaah Haji Indonesia. (Foto: Kemehaj)
rmol news logo Jemaah haji Indonesia diminta memaksimalkan momentum wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah yang akan berlangsung Selasa besok, 26 Mei 2026, dengan memperbanyak doa, zikir, dan ibadah sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji.

Anggota Komisi VIII DPR RI, An’im Falachuddin, mengingatkan jemaah untuk mengikuti seluruh rangkaian prosesi mulai dari mendengarkan khotbah wukuf, salat berjamaah, beristigfar, hingga memperbanyak selawat dan doa dengan penuh kekhusyukan.

“Kami mengimbau jemaah benar-benar melaksanakan wukuf di Arafah dengan tertib, tenang, dan khusyuk. Khutbah wukuf harus didengarkan sebagai bagian dari rangkaian ibadah yang berisi pesan-pesan ketakwaan, muhasabah, hingga motivasi agar jemaah fokus beribadah selama puncak haji,” ujar Kiai An’im di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menekankan, selepas pelaksanaan salat berjamaah di tenda masing-masing, jemaah dianjurkan memfokuskan diri untuk mengetuk pintu langit melalui untaian doa. Keberadaan di padang Arafah harus disikapi dengan keyakinan penuh bahwa setiap rintihan doa akan dikabulkan oleh Allah SWT.

“Tak ada keraguan kepada Allah atas setiap permintaan yang dipanjatkan hamba-hamba-Nya. Momen berdoa ini dapat digunakan untuk mendoakan diri sendiri, orang tua, keluarga, para sahabat, guru, hingga bangsa dan negara. Jangan lupa juga membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, seperti perbanyak surah Al-Ikhlas,” tuturnya.

Lebih dalam, Pengasuh Ponpes Lirboyo, Kediri ini mengupas makna spiritual dari wukuf yang berarti 'berhenti'. Momentum ini, menurutnya, adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk melarung ego dan mengevaluasi perjalanan hidup.

“Wukuf memiliki makna berhenti, yakni pada satu titik kehidupan kita berhenti untuk bermuhasabah, melakukan perenungan, evaluasi diri, mendekatkan diri, serta melambungkan jiwa dan nilai-nilai spiritual kepada Allah,” urainya.

Jika konsentrasi ibadah sempat terpecah oleh kendala teknis, ia meminta jemaah segera kembali mengambil saf dan melanjutkan zikir. Jemaah juga diingatkan untuk tidak melupakan amanah doa yang dititipkan kerabat di tanah air.

Legislator asal Jawa Timur ini juga meminta jemaah bersiap pasca-wukuf untuk langsung bergerak menuju Muzdalifah demi melaksanakan mabit (bermalam).

“Semua proses pergeseran harus dilakukan dengan cepat, tertib, dan tetap nyaman. Kami mengimbau seluruh jemaah mengikuti arahan para petugas di lapangan,” pungkasnya. rmol news logo article
EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA