Pandangan tersebut disampaikan mantan Duta Besar RI untuk Iran periode 2012–2016, Dian Wirengjurit. Ia menilai dinamika konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sangat bergantung pada sikap Trump.
Menurut Dian, Trump merupakan aktor utama yang memicu eskalasi konflik setelah membatalkan kesepakatan nuklir yang dibangun pada era Presiden Barack Obama.
“Yang bisa memutuskan kapan selesai hanya Trump. Karena dia yang memulai,” ujar Dian saat berbicara di Jakarta, Selasa 5 Mei 2026.
Ia menilai pendekatan Trump lebih didorong oleh ego pribadi dibandingkan kepentingan Amerika Serikat secara keseluruhan. Menurutnya, sikap konfrontatif terhadap Iran tidak sepenuhnya mencerminkan kepentingan masyarakat Amerika.
“Ego Amerika sebenarnya cinta damai. Pada masa Obama, perjanjian bisa dicapai, tetapi kemudian dibongkar oleh Trump,” katanya.
Dian menambahkan, secara de facto konflik terbuka memang cenderung mereda. Namun, potensi perang masih tetap ada dan bisa kembali memanas sewaktu-waktu apabila kebijakan agresif terhadap Iran terus dipertahankan.
“Selama presidennya Trump, perang bisa muncul lagi,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: