Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut proyek tanggul laut raksasa itu menjadi langkah mendesak untuk menghadapi ancaman penurunan muka tanah dan banjir rob yang terus memburuk di kawasan Pantura.
“Ini adalah mega proyek 15 hingga 20 tahun, melibatkan sumber pendanaan beragam, tidak hanya APBN tapi juga investasi dan public private partnership,” kata AHY di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Menurut AHY, Pantura merupakan koridor ekonomi strategis yang menyumbang sekitar 23 persen terhadap PDB nasional. Kawasan tersebut juga dihuni puluhan juta penduduk yang terancam terdampak krisis pesisir.
Untuk menjalankan proyek itu, pemerintah membentuk Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa dan melibatkan sekitar 23 kementerian/lembaga.
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPJ) Didit Herdiawan mengatakan proyek sepanjang 575 kilometer itu dibagi menjadi 15 segmen agar pembangunan bisa dilakukan paralel.
“Dari perpres yang keluar sekitar ada 23 kementerian lembaga itu kita libatkan,” ujar Didit.
BERITA TERKAIT: