Dalam agenda tersebut, PT PAL menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan maritim Rusia untuk menjajaki pengembangan pembangkit energi berbasis maritim.
Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam forum bilateral Indonesia-Rusia menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi di sektor maritim.
Menurut dia, kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya PT PAL dalam mengikuti perkembangan teknologi global dan memperkuat daya saing industri maritim nasional.
"Partisipasi dalam forum ini menjadi bukti kesiapan perusahaan dalam mengadopsi perkembangan teknologi global serta memperkuat peran strategis PT PAL dalam ekosistem industri perkapalan nasional," ujar Rosa dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Ia menambahkan, PT PAL terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai mitra internasional guna mendukung pengembangan industri maritim yang berkelanjutan. Hal tersebut dipertegas dengan penandatangan Non Disclosure Agreement (NDA) antara PT PAL Indonesia dan Ak Bars Shipbuilding Corporation mengenai pertukaran informasi atau dokumen terkait potensi kerjasama untuk kapal-kapal komersial maupun kapal-kapal special purpose.
Sementara itu, AHY menilai keterlibatan PT PAL sebagai industri maritim nasional dapat memperkuat kerja sama Indonesia dan Rusia, khususnya dalam pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim.
"Kunjungan ini menekankan pentingnya penguatan kerja sama dalam pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim yang terintegrasi, termasuk integrasi transportasi multimoda untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," jelas AHY.
Selain mengikuti forum bilateral, PT PAL bersama delegasi Indonesia juga mengunjungi sejumlah fasilitas galangan kapal dan kapal feri listrik di Rusia. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari perkembangan teknologi, inovasi, serta praktik terbaik dalam pengembangan transportasi dan industri maritim.
BERITA TERKAIT: