Menhub Soroti Urgensi Double-Double Track dan Palang Sebidang

Pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/jamaludin-akmal-1'>JAMALUDIN AKMAL</a>
LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Selasa, 28 April 2026, 13:12 WIB
Menhub Soroti Urgensi Double-Double Track dan Palang Sebidang
Jalur kereta di Bekasi Timur belum double-double track. (Foto: RMOL/Jamaludin)
rmol news logo Pemerintah menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur perkeretaapian pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL).

Menteri Perhubungan (Menhub), Duddy Purwaghandi mengatakan, proyek double-double track atau atau rel dwi ganda serta pemasangan palang pintu di lintasan sebidang menjadi bagian dari evaluasi.

"Termasuk juga mengenai elektrifikasi itu sudah program bagian daripada evaluasi kami terhadap layanan kereta api khususnya di KRL," kata Menhub Duddy kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa 28 April 2026.

Duddy juga mengungkapkan perhatian pemerintah terhadap keselamatan di perlintasan sebidang.

"Insya Allah mungkin ke depannya kita akan segera merealisasikan pemasangan palang pintu di lintasan sebidang," pungkas Duddy.

Pada Selasa malam, 27 April 2026 sekitar pukul 20.52 WIB, terjadi kecelakaan antara KRL dengan mobil taksi Green SM di perlintasan sebidang Ampera di dekat Stasiun Bekasi Timur.

Akibat kecelakaan itu, KRL lainnya tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Tak lama kemudian, datang KA Argo Bromo Anggrek arah Cikarang di jalur yang sama, sehingga KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur tertabrak.

Akibat kecelakaan itu, sebanyak 14 orang meninggal dunia, luka-luka sebanyak 84 orang yang dirawat di 8 rumah sakit. Korban semuanya perempuan.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA