Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah menekankan bahwa kesehatan jasmani dan mental adalah pilar utama bagi jemaah sebelum berangkat.
"Saya rasa persiapan dari sisi mental kemudian dari sisi fisik juga dari sisi keuangan itu menjadi satu hal yang sangat penting bagi seorang jamaah haji untuk bisa berangkat," ujar Fadlul dikutip siaran
CNN Indonesia TV, Senin 20 April 2026.
Selain persiapan fisik, kata Fadlul, pengelolaan keuangan pribadi juga harus dihitung secara saksama oleh para jamaah.
Walaupun pemerintah telah mendistribusikan uang saku dari komponen pembiayaan yang ada, Fadlul mengimbau masyarakat untuk tetap menyiapkan alokasi dana cadangan demi memenuhi keperluan ekstra pribadi maupun untuk keluarga yang ditinggalkan di Tanah Air.
"Di sisi lain juga walaupun jamaah haji ini sudah dikasih sangu sebesar 750 Riyal untuk belanja, tapi juga ini dibutuhkan tambahan-tambahan biaya sebenarnya," jelas Fadlul.
Masih kata Fadlul, kesiapan mental yang kuat ini juga sangat dibutuhkan untuk merespons dinamika jadwal operasional di lapangan, khususnya terkait potensi kendala rute penerbangan internasional.
Fadlul mewanti-wanti bahwa setiap bentuk penundaan penerbangan sekecil apa pun akan menciptakan efek domino yang langsung merombak sistem pengaturan penginapan.
"Kalau misalnya di Madinah geser sedikit ada flight yang ter-distract gitu wah itu akomodasi itu muter itu. Jadi makanya kita harus banyak-banyak berdoa lah supaya lancar," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: