Kini Ada Pesawat Boeing di Dalam Asrama Haji Aceh untuk Latihan Manasik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 16 Februari 2026, 07:48 WIB
Kini Ada Pesawat Boeing di Dalam Asrama Haji Aceh untuk Latihan Manasik
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, meresmikan pesawat hibah dari Garuda Indonesia untuk digunakan sebagai fasilitas simulasi penerbangan bagi para calon jemaah haji asal Bumi Serambi Mekkah (Foto: Kemenhaj)
rmol news logo Asrama Haji Kelas I Aceh kini dilengkapi dengan fasilitas edukasi yang unik. 

Pada Minggu 15 Februari 2026, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, meresmikan pesawat hibah dari Garuda Indonesia untuk digunakan sebagai fasilitas simulasi penerbangan bagi para calon jemaah haji asal Bumi Serambi Mekkah.

Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.

Dalam arahannya, Wamenhaj menjelaskan bahwa keberadaan pesawat ini memiliki fungsi strategis untuk mematangkan kesiapan mental dan teknis jemaah sebelum terbang ke Arab Saudi.

“Pesawat ini kami hadirkan agar jemaah bisa merasakan langsung suasana penerbangan haji. Dengan begitu, saat hari keberangkatan tiba, jemaah sudah lebih tenang, tidak cemas, dan memahami apa yang harus dilakukan,” ujar Dahnil.

Pemilihan Aceh sebagai lokasi penempatan pesawat ini bukan tanpa alasan. Dahnil menekankan adanya ikatan emosional yang kuat antara masyarakat Aceh dengan sejarah maskapai nasional, mengingat peran besar pesawat Seulawah RI-001 di masa lalu.

“Sejarah mencatat, pesawat Garuda pertama lahir dari dukungan rakyat Aceh. Maka hari ini, pemerintah ingin memberikan penghormatan sekaligus manfaat nyata bagi jemaah Aceh,” tambahnya.

Pesawat berjenis Boeing 737 yang dulunya merupakan armada Citilink ini telah dirakit ulang sedemikian rupa agar serupa dengan kondisi aslinya. Melalui fasilitas ini, para jemaah bisa mempraktikkan berbagai prosedur penerbangan, seperti; tata cara masuk ke dalam kabin, prosedur penyimpanan barang di bagasi kabin, penggunaan sabuk pengaman, dan simulasi keselamatan selama berada di udara.

Dahnil menegaskan bahwa kesiapan fisik dan pengetahuan mengenai perjalanan udara sangat krusial, terutama bagi jemaah lanjut usia.

“Manasik tidak hanya soal rukun dan wajib haji, tetapi juga kesiapan perjalanan. Kita ingin jemaah, khususnya lansia, merasa aman dan percaya diri sejak dari embarkasi hingga tiba di Tanah Suci,” tutup Dahnil.

Diharapkan dengan adanya simulasi yang mendalam ini, seluruh jemaah dapat menjalani perjalanan ibadah mereka dengan lebih nyaman, tenang, dan khusyuk. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA