“Saya pikir komunikasi Istana memang sudah responsif dengan isu-isu aktual,” ujar Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, Minggu, 12 April 2026.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa responsivitas saja belum cukup jika tidak dibarengi dengan tata kelola komunikasi yang lebih terstruktur.
Dalam hal ini, Wasisto menyoroti pentingnya peran Badan Komunikasi (Bakom) untuk tampil sebagai garda terdepan dalam menyampaikan pesan pemerintah kepada publik.
“Ada baiknya pula peran Bakom ini lebih aktif dan terdepan dalam menyampaikan pandangan pemerintah ke publik, karena Bakom ini yang mempunyai tugas utama sebagai lembaga komunikasi, tujuannya supaya pesan yang disampaikan sesuai dengan tugas utama institusi itu,” tegasnya.
Ia menilai, selama ini peran komunikasi publik masih banyak diisi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Padahal, keduanya memiliki beban utama pada urusan administrasi pemerintahan yang menyita perhatian.
Karena itu, Wasisto mendorong agar Bakom tidak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi benar-benar mengambil peran strategis dalam mengelola komunikasi pemerintah, terutama saat pejabat inti disibukkan oleh tugas administratif.
“Tentunya peran Seskab dan Mensesneg lebih banyak di urusan administrasi negara yang itu sudah menyita banyak perhatian, meski begitu Bakom itu perlu dimunculkan juga supaya lembaga ini terlihat perannya di ruang publik,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: