Kementerian Haji dan Umrah telah melakukan soft launching aplikasi Persiapan Haji yang kini hampir rampung 100 persen. Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan jemaah melalui layanan berbasis digital.
Selain itu, diperkenalkan pula Aplikasi Haji dan Umrah Store sebagai inovasi untuk memudahkan kebutuhan jemaah.
“Aplikasi Haji dan Umrah Store kami hadirkan agar jemaah tidak terbagi fokusnya pada urusan belanja oleh-oleh dan logistik. Dengan demikian, jemaah dapat lebih khusyuk beribadah,” ujar Menhaj dikutip redaksi di Jakarta, Kamis 9 April 2026.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, distribusi kartu Nusuk akan dilakukan di Indonesia sebelum keberangkatan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran mobilitas jemaah selama berada di Arab Saudi.
Menhaj menekankan pentingnya transparansi dalam setiap kebijakan, termasuk dalam pemilihan vendor layanan haji.
Dalam aspek pengawasan, Kementerian bersama Komisi VIII DPR RI terus melakukan evaluasi lapangan. Jika ditemukan fasilitas yang tidak layak, seperti hotel, maka akan segera dilakukan koordinasi hingga penggantian.
Menhaj menegaskan bahwa berbagai permasalahan pada penyelenggaraan haji tahun sebelumnya tidak boleh terulang.
Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain terpisahnya anggota keluarga, keterlambatan distribusi kartu Nusuk, kendala konsumsi saat hari tasyrik, serta masalah transportasi.
“Permasalahan seperti keluarga terpisah, keterlambatan distribusi Nusuk, konsumsi pada hari tasyrik, hingga transportasi harus menjadi perhatian serius. Tidak ada toleransi,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Menhaj mengajak seluruh pihak untuk menjadikan pelayanan kepada jemaah sebagai bagian dari ibadah.
“Jadikan pelayanan kepada jemaah sebagai niat ibadah yang penuh keikhlasan agar menghadirkan keberkahan. Saya optimistis penyelenggaraan haji tahun ini akan berjalan lancar, aman, dan penuh berkah,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: