Dukungan solidaritas itu disampaikan Eva saat menggelar aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu, 8 April 2026.
"Hidup korban, jangan diam, jangan diam, lawan. Mata Andrie Adalah mata rakyat yang memperjuangkan keadilan," kata Eva.
Eva sendiri merupakan anak dari almarhum Rico Sempurna Pasaribu, seorang wartawan yang seluruh keluarganya jadi korban pembunuhan berencana di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Sebagai perempuan, dirinya kehilangan seluruh keluarga dan mengaku sangat mengetahui rasanya menjadi korban, serta menunggu keadilan datang.
"Sebagai orang yang pernah kehilangan seluruh keluarga saya, saya tahu persis bahwa korban tidak boleh dibiarkan sendirian. Keadilan tidak akan datang kalau kita diam. Kebenaran tidak akan muncul kalau kita takut. Dan negara tidak akan bertanggung jawab jika kita tidak menuntutnya," tegasnya.
Itu sebabnya, Eva merasa sedih, kecewa dan marah atas apa yang menimpa Andrie Yunus.
"Ini harus diusut tuntas. Keadilan dan kebenaran tidak boleh lagi mati seperti api yang sudah mengambil anggota keluarga saya. Supaya tidak lagi ada orang yang berani yang dibungkam seperti ini. Saya mengutuk keras tindakan penyiraman yang terjadi kepada Bang Andrie," pungkas Eva.
BERITA TERKAIT: