Sebanyak 500 peserta yang terdiri dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Budi Luhur (UBL), serta siswa SMPN 94 dan SMPN 4 Jakarta mendapat kesempatan mengenal lebih dekat pemerintahan dan sejarah ketatanegaraan Indonesia langsung dari pusat pemerintahan negara.
Kegiatan diawali di Aula Hoegeng, tempat para peserta menerima materi mengenai pemerintahan dan tata negara.
Antusiasme terlihat sejak pagi ketika para siswa dan mahasiswa menyimak penjelasan sebelum diajak memasuki kawasan Istana Kepresidenan.
Mereka kemudian berkeliling ke sejumlah titik penting seperti Istana Merdeka, Kantor Presiden, hingga Istana Negara yang selama ini hanya mereka lihat melalui televisi maupun media sosial.
Mahasiswa Kriminologi Universitas Budi Luhur, Abielle Darren, mengaku tak menyangka bisa melihat langsung bagian dalam kompleks Istana.
“Awalnya saya ekspektasi itu hanya di luarnya saja. Tetapi ternyata bisa masuk ke dalamnya juga. Yang biasa saya lihat di berita biasanya kan, akhirnya saya bisa lihat langsung. Cita-cita saya itu kalau gak menjadi kriminolog, menjadi politisi juga,” kata dia.
Kesan serupa disampaikan mahasiswa UGM, Salsabilah Azzahra. Ia menilai program tersebut memberi pengalaman belajar yang berbeda karena peserta dapat melihat langsung berbagai koleksi dan bangunan bersejarah di lingkungan Istana Negara.
“Harapan saya Istana Negara dapat menerima mahasiswa maupun siswa dari SD hingga SMA untuk berkunjung langsung ke istana negara ini, karena begitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil, dan kita banyak menyaksikan berbagai koleksi-koleksi yang dimiliki,” ungkapnya.
Sementara itu, Richwan dari Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi Sekolah Vokasi UGM menyoroti pentingnya pelestarian sejarah dan dokumentasi negara yang dilakukan di lingkungan Istana Kepresidenan.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran langsung mengenai pengelolaan informasi dan cagar budaya negara.
“Kita belajar untuk bagaimana Sekretaris Negara dan juga Istana itu merawat dan juga melestarikan cagar budaya yang ada di sini, karena itu sebagai bentuk dari pengelolaan proses mendokumentasikan informasi yang ada,” ujar Richwan.
Antusiasme juga datang dari para siswa SMP yang mengikuti kegiatan tersebut. Alzena, siswi SMP 4 Jakarta, mengaku termotivasi menjadi pemimpin bangsa setelah mendapat kesempatan berbicara di podium.
“Saya merasa sangat bersemangat sekali, berbicara di depan banyak sekali orang, dan juga di depan bapak dan ibu, membuat saya merasa sangat bersemangat, merasa sangat terinspirasi, termotivasi untuk menjadi seorang pemimpin terutama sebagai pemimpin bangsa,” kata dia.
Di akhir kunjungan, para siswa SMPN 94 Jakarta juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kesempatan langka tersebut.
“Terima kasih ya Bapak Prabowo sudah undang kami semua untuk datang ke Istana Merdeka. Terima kasih Bapak,” ucap mereka.
BERITA TERKAIT: