Menurut Wasekjen Partai Demokrat, Didik Mukrianto, pemerintah tidak hanya melindungi daya beli masyarakat, tetapi juga berusaha membangun fondasi ketahanan energi jangka panjang.
"Langkah ini merupakan bagian dari pendekatan holistik yang mengintegrasikan efisiensi jangka pendek, transisi energi, dan perlindungan sosial, sekaligus memperkuat resiliensi APBN dan stabilitas ekonomi nasional," katanya lewat akun X, Kamis, 2 April 2026.
Meskipun kondisi geopolitik menciptakan tekanan pada impor BBM dan subsidi energi, namun pemerintah memastikan harga Pertalite, Solar, serta BBM nonsubsidi tetap stabil setidaknya hingga pasca-Lebaran.
"Keputusan ini langsung menjaga inflasi transportasi dan logistik, sehingga konsumsi rumah tangga sebagai penyumbang lebih dari 50% PDB, tidak terganggu," jelasnya.
Lebih dari itu, kebijakan ini terintegrasi dalam strategi holistik ketahanan energi, khususnya terkait dengan efisiensi konsumsi. WFH ASN setiap Jumat mengurangi perjalanan kantor, memangkas penggunaan BBM, dan mendorong transformasi digital pelayanan publik.
"Ini bukan sekadar penghematan sementara, tapi diharapkan menjadi budaya kerja baru yang efisien," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: