Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menargetkan sejumlah proyek tersebut sudah bisa memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada April 2026.
“Jadi kita berharap dua-duanya, baik waste to energy maupun yang hilirisasi, di bulan April ini semua bisa segera di-groundbreaking,” kata Prasetyo usai rapat terbatas di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu 1 April 2026.
Prasetyo menjelaskan, saat ini pemerintah bersama Danantara tengah merampungkan berbagai persiapan, baik dari sisi administrasi maupun teknis, agar proyek dapat berjalan sesuai jadwal.
Menurutnya, pemerintah sebelumnya telah lebih dulu melakukan groundbreaking pada enam proyek serupa sebagai bagian dari percepatan program hilirisasi dan energi.
Terkait proyek Waste to Energy, Prasetyo mengungkapkan rencana awal pengembangan mencakup 33 titik. Namun, setelah evaluasi di lapangan, sejumlah lokasi digabung sehingga jumlahnya menjadi sekitar 29 titik.
“Ternyata dalam proses di lapangan ada penggabungan-penggabungan beberapa tempat sehingga menjadi kurang lebih 29 titik,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Pras, pemerintah berharap agar seluruh proyek tersebut dapat segera masuk ke tahap konstruksi dalam waktu dekat.
Koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus diperkuat untuk memastikan tidak ada kendala berarti di lapangan.
"Jadi kita berharap dua-duanya, baik Waste to Energy maupun yang hilirisasi, di bulan April ini semua bisa segera di-groundbreaking," tandasnya.
BERITA TERKAIT: