“Ya terus terang saya bingung jika hari Jumat yang dipilih untuk WFH, karena ada potensi bahwa itu tidak akan efektif menekan konsumsi BBM,” kata Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Deddy Yevri Sitorus kepada wartawan, Rabu 1 April 2026.
Legislator PDIP ini menilai kebijakan tersebut perlu diuji terlebih dahulu sebelum diambil kesimpulan. Termasuk kemungkinan evaluasi jika hasilnya tidak sesuai harapan.
“Apalagi jika perang timur tengah terus berkepanjangan,” kata Deddy.
Deddy juga mempertanyakan dasar penetapan Jumat sebagai hari WFH, yang dinilai beririsan dengan potensi
long weekend.
Menurutnya, penentuan hari WFH seharusnya didasarkan pada kajian komprehensif, mulai dari aspek psikososial, proyeksi aktivitas ekonomi, hingga pola mobilitas dan konsumsi masyarakat.
“Nanti kan bisa dilihat grafik konsumsi BBM, data mobilitas warga/kendaraan dari sebaran dan intensitas. Mari kita lihat setelah dua atau tiga minggu ke depan sebelum melakukan evaluasi,” pungkas Deddy.
Sebelumnya, pemerintah resmi menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) satu hari selama sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari Jumat.
BERITA TERKAIT: