Namun analis komunikasi politik Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa juga mempertanyakan mengapa Teddy yang berulang kali mengambil peran komunikasi publik, sementara para menteri yang hadir langsung di lapangan tidak tampil ke hadapan publik.
"Penampilan Teddy dalam menjelaskan kunjungan Prabowo ke Jepang semakin mengukuhkan posisi dirinya yang strategis di pemerintahan, padahal di momen itu ada Rosan dan Bahlil," kata Hensa, Rabu, 1 April 2026.
Dia membaca tampilnya Teddy ke publik merupakan sinyal bahwa pemerintah kini sedang memperbaiki gap komunikasi publik lewat Seskab yang menjelaskan langkah-langkah pemerintah.
"Mungkin ini adalah sinyal pemerintah sedang menambal gap komunikasi publik yang kini dibiarkan satu pintu lewat Teddy karena kerap kali komunikasi jajaran kabinet kurang memuaskan," ujar Hensa.
Hensa mengingatkan bahwa para jajaran kabinet ini juga perlu bisa melakukan komunikasi yang bagus di hadapan publik, terlebih untuk menjelaskan agenda-agenda pemerintah.
"Kalau Teddy memang sedang dijadikan jembatan komunikasi antara Prabowo dan publik, buat saya ini biarkan aja dulu berjalan. Tapi pemerintah harus sadar, ini bukan solusi permanen dan menteri bukan pajangan dalam arti mereka juga harus bisa menjelaskan ke publik," pungkas Hensa.
BERITA TERKAIT: