Kebijakan ini dianggap penting untuk menjaga empati terhadap masyarakat yang masih berada di pengungsian dan pusat rehabilitasi.
Ketua Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan imbauan tersebut layak diapresiasi karena mengingatkan pejabat untuk lebih peka terhadap situasi korban bencana.
“Masih banyaknya saudara-saudara kita yang masih berada di dalam wilayah bencana di dalam shelter-shelter penampungan, pusat rehabilitasi dan perasaan mereka yang dijaga dengan baik itu menjadi sebuah pengorbanan bersama bagi seluruh anak bangsa secara nasional, dan tentunya ini menimbulkan solidaritas,” katanya di Slipi, Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2026.
Ia menilai, pembatasan perayaan menjadi bentuk kepedulian bersama agar masyarakat terdampak merasa diperhatikan.
Solidaritas tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi di wilayah terdampak.
“Ketika mereka yang di wilayah bencana diberikan solidaritas, maka perasaan-perasaan mereka yang kita jaga itu akan menjadi doa sendiri bagi bangsa dan negara itu cepat keluar dari segala permasalahan.” pungkas Misbakhun.
BERITA TERKAIT: