Anggota DPD Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris menilai kondisi Ibu Kota yang relatif lengang karena banyak warga pulang kampung justru membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi.
“Momentum mudik membuat banyak rumah kosong dan aktivitas warga menurun. Karena itu, kolaborasi antara warga, aparat, dan pemerintah provinsi di semua tingkatan menjadi kunci agar Jakarta tetap aman dan kondusif,” ujar Fahira dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 19 Maret 2026.
Ketua Umum Bang Japar itu juga memaparkan sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat bersama untuk menjaga kamtibmas selama masa mudik.
Pertama, memastikan seluruh lingkungan RT/RW kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) secara konsisten dengan jadwal ronda yang terorganisir.
Kedua, memperkuat koordinasi antara warga dengan aparat keamanan, seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sehingga potensi gangguan keamanan dapat direspons lebih cepat.
Ketiga, menerapkan sistem pengamanan lingkungan seperti
one gate system atau portal akses terbatas guna meminimalkan potensi tindak kejahatan.
Keempat, mendorong warga yang akan mudik untuk melaporkan keberangkatan kepada pengurus lingkungan agar rumah yang ditinggalkan dapat dipantau bersama.
Kelima, memastikan kesiapan lingkungan dari aspek keamanan dasar seperti penerangan jalan, kebersihan, hingga mitigasi potensi kebakaran.
“Menjaga Jakarta saat mudik adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga,” pungkas Fahira.
BERITA TERKAIT: