Upaya ini dinilai penting untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
“Langkah pemerintah memperkuat Satgas Pangan patut diapresiasi. Pengawasan yang ketat, disertai pembinaan kepada pelaku usaha, diharapkan mampu menjaga stabilitas dan mencegah gejolak harga di masyarakat,” ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu malam, 18 Maret 2026.
Ia menilai penguatan pengawasan yang dilakukan pemerintah, menunjukkan bahwa negara hadir dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen, distributor, dan konsumen. Pendekatan pembinaan yang diutamakan juga dinilai efektif selama tetap disertai ketegasan terhadap pelanggaran.
Di sisi lain, Fahira mengingatkan bahwa potensi dan tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Lebaran tetap perlu diantisipasi secara serius. Satgas Pangan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat. Oleh karena itu, ia menyampaikan enam rekomendasi agar pengawasan dan stabilisasi harga pangan dapat berjalan lebih optimal, baik menjelang maupun pascalebaran.
Pertama, memperkuat pengawasan menyeluruh dari hulu hingga hilir, termasuk penelusuran harga sejak tingkat petani, peternak, hingga pedagang, sehingga setiap potensi kenaikan harga dapat dideteksi lebih dini.
Kedua, memastikan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) melalui pengawasan intensif di pasar tradisional maupun modern, serta menindak tegas pelaku usaha yang melanggar ketentuan.
Ketiga, mengoptimalkan sinergi lintas lembaga dalam Satgas Pangan, mulai dari Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah hingga aparat penegak hukum, agar pengawasan berjalan efektif dan terkoordinasi.
Keempat, mempercepat respons terhadap indikasi penimbunan atau spekulasi harga, dengan pendekatan bertahap mulai dari pembinaan hingga penegakan hukum jika ditemukan unsur pelanggaran serius.
Kelima, memperkuat distribusi dan ketersediaan stok di pasar, terutama pada komoditas strategis seperti beras, cabai, daging, dan telur, agar tidak terjadi kesenjangan antara permintaan dan pasokan.
Keenam, memastikan keberlanjutan pengawasan pascalebaran, karena fluktuasi harga tidak hanya terjadi sebelum, tetapi juga setelah momentum hari besar keagamaan.
Fahira Idris menegaskan bahwa stabilitas harga pangan merupakan faktor penting dalam menjaga ketenangan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Ia berharap Satgas Pangan terus bekerja secara konsisten, adaptif, dan tegas, sehingga mampu menjaga keseimbangan harga sekaligus melindungi kepentingan masyarakat luas.
“Pangan adalah kebutuhan dasar. Ketika harganya stabil, masyarakat bisa menjalankan ibadah dan merayakan Lebaran dengan tenang. Di sinilah peran strategis Satgas Pangan sangat dibutuhkan,” tegas Senator Jakarta ini.
BERITA TERKAIT: