Spekulasi Bahlil soal Harga Minyak Dunia Terlalu Pede

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Minggu, 08 Maret 2026, 22:42 WIB
Spekulasi Bahlil soal Harga Minyak Dunia Terlalu Pede
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
rmol news logo Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dinilai terlalu percaya diri dengan spekulasinya terkait potensi kenaikan harga minyak dunia akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang tengah berperang dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmi Radhi mengatakan, Selat Hormuz merupakan jalur distribusi sekitar 20 persen minyak dunia. Jika jalur tersebut terus ditutup Iran, harga minyak dunia berpotensi menembus di atas 100 Dolar AS per barel.

“Kalau Pak Bahlil mengatakan tidak akan menaikkan harga BBM subsidi, saya kira ini terlalu berspekulasi. Karena kita tidak bisa mengontrol perang sampai kapan, dan Selat Hormuz ditutup sampai kapan,” kata Fahmi kepada wartawan, dikutip Minggu, 8 Maret 2026.

Fahmi menilai potensi lonjakan harga minyak dunia bukan sesuatu yang bisa dikendalikan oleh pemerintah Indonesia, terlebih kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri masih sangat bergantung pada impor.

“Kalau tiba-tiba harganya naik sampai 150 Dolar AS per barel, apakah pemerintah masih tahan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi?” ujarnya.

Karena itu, Fahmi memprediksi akan muncul gejolak di masyarakat apabila pernyataan pemerintah yang memastikan tidak ada kenaikan harga BBM justru berbalik akibat tekanan harga minyak dunia.

“Kalau itu terjadi dan harga minyak dunia naik sampai di atas 100 dolar per barel, ini bisa menjadi PHP atau pemberi harapan palsu yang justru mengecewakan rakyat,” demikian Fahmi.rmol news logo article
EDITOR: DIKI TRIANTO
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA