Rencana tersebut disampaikan Purbaya setelah lembaga pemeringkat global Fitch Ratings memangkas outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Menurut Purbaya, perubahan outlook tersebut kemungkinan dipengaruhi persepsi terhadap pemerintahan baru serta dirinya yang baru menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Ia bahkan berkelakar sebagian pihak mungkin meragukan kemampuannya mengelola fiskal negara.
“Mungkin kan masih pemerintahan baru dan Menteri Keuangan juga baru, jadi mereka sangka jangan-jangan Menteri Keuangan nggak bisa hitung. Jadi itu salah saya juga karena saya nggak pernah ke luar negeri,” ujar Purbaya kepada wartawan dalam acara Buka Bersama di Jakarta, pada Jumat, 6 Maret 2026.
Ia mengakui sejak menjabat sebagai Bendahara Negara belum pernah melakukan kunjungan luar negeri untuk bertemu investor maupun lembaga internasional.
Karena itu, Purbaya menilai dirinya perlu lebih aktif menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia kepada pelaku pasar global guna memperbaiki persepsi tersebut.
“Jadi itu kesalahan saya juga karena saya engga pernah keluar negeri kan. Saya pikir tadinya sebelum Indonesia tumbuh 6 persen, saya ga akan keluar negeri. Tapi sekarang mesti berubah, saya mesti marketing juga keadaan kita seperti apa,” katanya.
Adapun pada April mendatang akan digelar pertemuan tahunan IMF-World Bank Spring Meetings di Washington, D.C., Amerika Serikat (AS).
BERITA TERKAIT: