Ketiga korban, berinisial AK, AJ, dan AD, ditemukan oleh pihak keluarga tidak jauh dari lokasi pencarian yang sebelumnya dilakukan tim Basarnas. Mereka sempat dinyatakan hilang saat proses evakuasi terakhir dilakukan.
Anggota DPRD Jawa Barat, Doni Maradona Hutabarat, membenarkan penemuan tersebut di area penambangan milik PT Antam Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Iya benar, tadi malam ditemukan oleh keluarga korban. Tiga korban sebelumnya dinyatakan hilang oleh Basarnas saat terakhir melakukan proses evakuasi,” ujar Doni kepada wartawan, Sabtu, 28 Februari 2026.
Para korban diketahui beraktivitas sebagai gurandil (penambang tanpa izin). Mereka diduga meninggal dunia akibat kehabisan oksigen setelah terpapar asap putih yang memenuhi terowongan tambang.
Sebelumnya, pihak Basarnas menyatakan proses pencarian terhadap penambang yang diduga terjebak longsor di area galian tambang Pongkor harus dilakukan dengan peralatan khusus karena kondisi di dalam tambang berisiko tinggi.
Search and Rescue (SAR) Mission Coordinator (SMC) Basarnas, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil asesmen, kondisi di dalam terowongan tidak stabil dan memerlukan metode pencarian khusus.
“Struktur di dalam tambang mengalami pelapukan di beberapa titik dan kualitas udara tidak layak, sehingga tim harus menggunakan peralatan khusus seperti SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus) serta peralatan SAR untuk ruang terbatas,” ujarnya, seperti diberitakan Antara, Selasa, 20 Februari 2026.
BERITA TERKAIT: