Konten yang menyinggung status kewarganegaraan anaknya itu ramai diperbincangkan karena Dwi merupakan penerima beasiswa negara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Gus Hilmi mengatakan, terlepas dari polemik alumni penerima beasiswa LPDP, ia justru berpikir kenapa banyak orang yang pernah tinggal di luar negeri, ingin statusnya berubah menjadi WNA.
"Harusnya pemerintah kita bermuhasabah dan berbenah," kata Gus Hilmi lewat unggahannya di akun Facebook pribadinya yang dikutip Rabu 25 Februari 2026.
Gus Hilmi mencontohkan Pamerintah Malaysia yang mampu menjadikan paspornya salah satu yang terkuat di dunia.
Selain paspor, lanjut Gus Hilmi, tentunya hal-hal lain juga banyak yang harus dibenahi, sehingga WNI akan tetap bangga menjadi WNI sampai kapan pun.
"Karena pribahasa "Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik juga di negeri sendiri", sepertinya sudah tidak berlaku lagi di kalangan generasi muda," pungkas Gus Hilmi.
BERITA TERKAIT: