Demikian penegasan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi, Fifi Aleyda Yahya saat memberikan
keynote speech dalam kegiatan Outlook Media 2026 bertajuk "Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-Konetivitas", di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Februari 2026.
"Pemerintah berkomitmen terus menajdi mitra yang bisa terus menjaga pers. Pers yang kuat bukan hanya kebutuhan industri, tapi fondasi penting bagi masyarakat yang berdaya," ujar Fifi.
Fifi mengatakan, bicara masa depan media massa hari ini tidak bisa hanya melihat dari satu sisi dinamika periklanan, tapi juga isu integritas jurnalistik yang saling terkait, terutama di era inter kontektivitas yang terjadi sekarang ini.
"Di masa seperti ini media dihadapkan dilema, mengejar klik atau mengejar kepercayaan, mengikuti arus atau memegang kompas," kata Fifi.
Salah satu tantangan paling dirasakan perusahaan media massa hari ini, menurut Fifi, adalah soal industri periklanan yang bersaing dengan platform digital dan juga konten kreator.
"Banyak keputusan iklan ditentukan oleh angka-angka yang bergerak sangat cepat. Nilai sebuah konten sering diukur dari performanya dengan hitungan jam bahkan menit," kata Fifi.
Oleh karena itu, Fifi menitipkan satu aspek yang menjadi hal prinsipil dalam dunia jurnalistik, dan tidak dimiliki pada media sosial yang terbilang ruang bebas tanpa batas.
"Ada satu hal yang tidak boleh kita lepaskan, yaitu integritas," kata Fifi.
BERITA TERKAIT: