KSAL Bersama Menko Polkam Lepas Mudik Gratis Menggunakan Kapal Perang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Rabu, 18 Maret 2026, 00:13 WIB
KSAL Bersama Menko Polkam Lepas Mudik Gratis Menggunakan Kapal Perang
Pelepasan mudik gratis bersama kapal perang di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 17 Maret 2026. (Foto: Dispenal)
rmol news logo TNI AL menggelar program mudik gratis menggunakan KRI Banda Aceh-593 dan KRI Semarang-594 yang dilepas langsung KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali bersama Menko Polkam Djamari Chaniago di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 17 Maret 2026.   

Ribuan pemudik diberangkatkan dalam dua rute utama, yakni Jakarta-Semarang-Surabaya dan Jakarta-Bangka Belitung.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan program ini ke depan.

"Jadi tahun ke tahun akan kami tingkatkan terus. Mudah-mudahan di tahun depan kita bisa menambah rute dari arus mudik dan arus balik oleh kapal-kapal Angkatan Laut. Harapannya demikian," ujar Laksamana Ali.

Dua KRI diturunkan untuk melayani rute tersebut, yakni KRI Banda Aceh-593 yang mengangkut penumpang menuju Semarang dan Surabaya. Sementara KRI Semarang-594 melayani rute menuju Bangka dan Belitung. 

Total penumpang yang diberangkatkan dari rute Jakarta-Semarang-Surabaya tercatat sekitar 1.300 hingga 1.447 orang, termasuk sepeda motor milik para pemudik yang turut diangkut di atas kapal.

Untuk rute Jakarta-Bangka Belitung, antusiasme masyarakat terbilang luar biasa. Sebanyak 1.239 peserta beserta kendaraan roda dua berhasil diberangkatkan dari Dermaga Kolinlamil dua hari lalu. 

KRI Semarang-594 menempuh jarak sekitar 400 mil laut, dengan jadwal tiba di Bangka pada 16 Maret dan melanjutkan perjalanan ke Belitung pada 17 Maret. Kapal ini juga dipastikan tetap siaga di Bangka Belitung untuk melayani arus balik pada 27-29 Maret 2026 mendatang.

Selain armada kapal, TNI AL turut menyiapkan 110 unit bus dari berbagai Komando Utama (Kotama) di Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai fasilitas tambahan.

"Selain itu juga ada bus-bus yang kita siapkan dari Angkatan Laut, ada 110 bus dari seluruh Kotama yang ada di Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur," jelas KSAL.

Menko Polkam Djamari Chaniago yang turut hadir dalam pelepasan pemudik menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab negara kepada masyarakat.

"Kewajiban kami sebagai bagian dari pemerintahan ini, dari negara ini, untuk memberikan sesuatu yang menyamankan dan mengamankan masyarakat kita pulang kampung, mudik dalam rangka Idulfitri," kata Djamari.

Ia menambahkan, penggunaan KRI sebagai sarana mudik dinilai efektif dalam membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalur darat, khususnya dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

“Pengamanan juga dilakukan secara menyeluruh, melibatkan personel dan alutsista TNI dari ibu kota hingga daerah tujuan,” tegas Djamari.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut berkontribusi dalam program ini dengan menyediakan konsumsi bagi para peserta mudik. Ketua Baznas Sodik Mudjahid menyebutkan sekitar 1.400 peserta mendapatkan fasilitas makan selama perjalanan pulang dan pergi. rmol news logo article


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA