Setibanya di lokasi acara, tampak Prabowo menyaksikan demonstrasi teknologi pertanian, mulai dari penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) otonom seperti traktor dan rice transplanter, hingga drone pertanian yang terbang rendah di atas hamparan sawah.
Ia juga melihat pemanfaatan pompa otomatis yang dirancang untuk mendukung efisiensi sistem irigasi.
Sejumlah menteri turut mendampingi Presiden melakukan peninjauan di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Kepala Negara juga menyempatkan diri mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian. Di sana, ia melihat langsung beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan.
Bahkan, Prabowo turut mencicipi sejumlah produk hasil hilirisasi yang dipamerkan, sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan kerja keras para pelaku pertanian.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pengembangan produk gambir. Muhammad Makky dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman endemik Indonesia dengan potensi strategis besar.
“Gambir merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dan tidak dapat ditumbuhkan di negara lainnya. Jadi itu merupakan suatu tanaman endemik dan keunggulan karena tidak ada pesaing dari negara lain,” ujarnya.
Makky menekankan bahwa selama ini Indonesia masih mengekspor gambir dalam bentuk bongkahan, sehingga nilai tambah lebih banyak dinikmati negara lain.
Ia berharap pemerintah mendukung pengembangan industri hilirisasi gambir di dalam negeri.
“Harapannya tentu Bapak Presiden dan melalui pembantu Presiden, Menteri, dan struktur lainnya memberikan kesempatan dibukanya industri hilirisasi gambir, khususnya di sentra produksi yaitu di Sumatra Barat dan juga Sumatra Utara,” ucapnya.
BERITA TERKAIT: