Dalam kunjungannya, Gus Ipul berbaur dengan para relawan, taruna siaga bencana (Tagana), personel TNI-Polri, serta petugas Kemensos. Satu per satu petugas dapur disapa, membantu membungkus makanan, dan sesekali mencicipi masakan yang disiapkan relawan.
“Dapur umum ini tidak hanya memastikan makanan tersedia, tetapi juga menjadi simbol gotong royong dan kepedulian bersama,” ujar Gus Ipul.
Sejak dua pekan terakhir, dapur umum menjadi pusat layanan pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus penguat semangat bagi warga di Aceh Tamiang.
Menu makanan yang disajikan bervariasi, mulai dari ayam, daging, telur, hingga sayuran. Seluruh proses memasak dilakukan dengan pengawasan untuk memastikan kualitas dan kecukupan gizi bagi warga terdampak di tengah kondisi darurat.
Ini merupakan kunjungan Gus Ipul kedua kalinya di Aceh Tamiang. Adapun penanganan bencana di wilayah ini sama dengan daerah lain, dilakukan melalui kerja bersama lintas sektor.
Kementerian Sosial berkolaborasi dengan BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, serta para relawan untuk mendirikan dapur umum dan memperkuat dapur umum mandiri milik warga.
Hingga saat ini, dapur umum telah tersebar di 21 titik di Provinsi Aceh, 8 titik di Sumatera Utara, dan 10 titik di Sumatera Barat. Dalam satu hari, dapur-dapur umum tersebut mampu menyajikan hingga 417.749 bungkus makanan hangat siap santap bagi masyarakat terdampak bencana.
BERITA TERKAIT: