Menurut Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, PDIP selama ini dikenal sebagai partai yang loyal dalam setiap koalisi yang diikutinya.
“Kalau PDIP masuk koalisi, tampaknya akan komit. PDIP selama ini dikenal partai yang loyal bila berkoalisi,” ujarnya kepada
RMOL, Jumat, 6 Juni 2025.
Jamiluddin menambahkan, PDIP cenderung tidak bersikap ambigu dan akan sepenuhnya mendukung jalannya pemerintahan jika menjadi bagian dari koalisi.
“Karena itu, PDIP bila berkoalisi selalu sepenuh hati. PDIP tidak akan berdiri di dua kaki,” tegasnya.
Meski begitu, Jamiluddin mengingatkan pentingnya keberadaan partai oposisi demi menjaga keseimbangan dalam sistem demokrasi. Menurutnya, PDIP sebaiknya tetap berada di luar pemerintahan agar fungsi pengawasan di parlemen tetap berjalan.
“Demi tegaknya demokrasi, sebaiknya PDIP tetap berada di luar pemerintahan. Hal itu diperlukan agar DPR RI tidak mandul sama sekal,” tuturnya.
Jamiluddin berharap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tetap konsisten dalam menjaga demokrasi di Indonesia.
“Jadi, demi demokrasi, PDIP perlu di luar pemerintahan. Semoga Megawati tetap komit menjaga demokrasi di Tanah Air. Hanya dengan begitu akan tetap ada partai di luar pemerintahan yang betperan sebagai pengawas eksekutif,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: