“Saya sangat mengapresiasi kinerja Siskohat yang selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji kita,” ujar Nasaruddin Umar.
Bio visa merupakan aplikasi pendaftaran visa haji berbasis perekaman biometrik seperti sidik jari, foto wajah, dan foto paspor, yang menjadi salah satu syarat wajib bagi calon jemaah haji agar bisa masuk ke Arab Saudi secara resmi.
Menag menerima laporan bahwa para karyawan Siskohat bekerja dalam pola shift untuk memastikan pelayanan berjalan tanpa henti.
"Shift karyawan itu berganti tiap delapan jam. Kalau weekday ada dua shift, kalau weekend ada tiga shift,” jelasnya.
Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri, Khairun Naim menambahkan, sistem bio visa sangat membantu jemaah.
"Aplikasi bio visa ini memberikan kemudahan bagi jemaah haji dalam pengurusan visa tanpa perlu mengunjungi kedutaan dan konsulat Arab Saudi,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: