Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Mampu Menginspirasi Afrika Lewat Hilirisasi, Jokowi Disamakan dengan Bung Karno

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Minggu, 04 Februari 2024, 03:33 WIB
Mampu Menginspirasi Afrika Lewat Hilirisasi, Jokowi Disamakan dengan Bung Karno
Presiden Joko Widodo/Net
rmol news logo Lembaga dunia Carnegie Endowment for International Peace tertarik untuk mengambil pembelajaran dari sejumlah kebijakan strategis di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Mereka lantas mengundang mantan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi untuk menjadi pembicara utama dalam seminar dunia terkait kebijakan strategis pemanfaatan kekayaan alam di Afrika.

Seminar dunia ini  bertajuk "Memaksimalkan Manfaat dari Pembaruan Kepentingan Global pada Mineral Strategis/Kritis di Afrika" yang direncanakan akan digelar pada Kamis (8/2) di The Westin Cape Town, Afrika Selatan. Adapun Workshop tersebut berada di bawah naungan Indaba Tambang 2024.

"Tentu ini kebanggaan kita sebagai sebuah bangsa. Jika dahulu Bung Karno lewat ideologi dan pemikirannya menggagas semangat kemerdekaan bangsa Afrika, saat ini Pak Jokowi lewat kebijakan menginspirasi Afrika yang terkait hilirisasi sumber daya alam. Afrika ingin mencontoh Indonesia yang menjadi tuan rumah dalam mengolah kekayaannya sendiri," ujar Lutfi dalam keterangannya, Sabtu (3/2).

Sebagai mantan menteri yang mengerti betul kebijakan hilirisasi Jokowi, Lutfi memang kerap berbicara di media sosial soal kebijakan pemerintah. Tak hanya itu, dalam sejumlah forum dunia seperti pertemuan WTO, mantan Dubes Jepang dan Amerika ini kerap menjadi pembicara.

"Lembaga Carnegie Endowment ini pernah bertemu saya di forum WTO kemudian karena beberapa konten di media sosial di mana saya menjelaskan soal kebijakan hilirisasi Indonesia, mereka kemudian memberi undangan agar Indonesia bisa membagikan pengalaman suksesnya soal hilirisasi," jelas Lutfi.

Afrika menganggap Indonesia adalah role model bagi proyek hilirisasi untuk negara-negara berkembang penghasil tambang di dunia. Sama halnya dengan Indonesia, Afrika pun kaya dengan sumber daya alam, terutama tambang.

Lanjut Lutfi, negara-negara Afrika ingin mencontoh kisah sukses Indonesia yang mampu melakukan hilirisasi tambangnya, terutama nikel dan emas hingga menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar.
Di era Jokowi, berkah hilirisasi tambang yang dilakukan, Indonesia mendapat manfaat 43,9 kali lebih besar dibanding sebelumnya.

Direktur pendiri Program Afrika di Carnegie Endowment, Zainab Usman mengundang Lutfi untuk berpartisipasi dalam lokakarya tertutup untuk membahas perkembangan minat global terhadap mineral penting di Afrika.

Kemudian mengenai bagaimana pemerintah Afrika dapat melakukan pendekatan terbaik terhadap tantangan yang dihadapi dalam proses negosiasi kontrak.

Lokakarya ini akan mempertemukan pejabat pemerintah, perwakilan dari organisasi multilateral dan organisasi non-pemerintah, serta pemangku kepentingan utama.

"Saya menulis ini dalam kapasitas saya sebagai direktur pendiri Program Afrika di Carnegie Endowment for International Peace untuk mengundang Anda secara pribadi berpartisipasi dalam kegiatan ini," kata Zainab dalam keterangannya.

Hal ini mengingatkan kepada Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno yang memiliki gagasan dan pemikiran tentang perjuangan kemerdekaan yang mampu menginspirasi dan mempersatukan bangsa-bangsa Asia-Afrika. Bahkan para pejuang kemerdekaan di Timur Tengah banyak belajar dan berguru kepada Bung Karno untuk mewujudkan kemerdekaannya.

Acara ini akan berupaya untuk mengkaji cara-cara spesifik di mana negara-negara Afrika dapat memaksimalkan kepentingan global terhadap mineral di benua tersebut.

Selain itu, para peserta diharapkan bisa berbagi tantangan, keberhasilan dan/atau peluang yang dihadapi oleh para pemangku kepentingan di Afrika selama proses negosiasi kesepakatan mineral penting. Juga untuk menentukan praktik terbaik dan strategi utama untuk negosiasi di masa depan.

"Kami akan dengan senang hati menerima Anda di Cape Town untuk percakapan penting ini. Kami sangat berharap Anda dapat bergabung dengan kami. Jangan ragu untuk menghubungi saya jika Anda memiliki pertanyaan," ujarnya.

Carnegie Endowment adalah lembaga think tank tertua dan paling bergengsi di Amerika Serikat. Lokakarya ini akan dipandu oleh Dr. Folashade Soule. Dr. Soule adalah peneliti senior di Universitas Oxford, peneliti tamu di Universitas Ghana, dan peneliti non-residen di program Carnegie Endowment Africa. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA