Dosen politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, menilai, temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengenai data bermasalah dalam DPT memunculkan potensi kecurangan.
Dia menyebutkan, potensi surat suara dipakai sebagai alat memenangkan pasangan Capres-Cawapres tak dapat dipungkiri terjadi.
“Tiap pelaksanaan Pemilu banyak menyimpan persoalan. Tapi dalam konteks politik, orang mengatakan bisa dimainkan (manipulasi suara) dan sebagainya,” kata Ujang, kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/7).
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu memaparkan, salah satu indikator pelaksanaan demokrasi yang baik adalah menjaga hak pilih warga negara.
“Di Indonesia ini Pemilunya seperti negara dunia ketiga, rawan penyalahgunaan DPT dan sebagainya. Kita kan selalu dihantui hal-hal seperti itu setiap Pemilu,” tuturnya.
Karena itu, Ujang mendorong semua pihak memastikan DPT Pemilu 2024 berasal dari data yang valid, bukan manipulasi yang diatur penguasa.
“Karena itu, mengawasi DPT menjadi penting, agar perjalanan pemilihan kita jujur dan adil,” demikian Ujang menambahkan.
BERITA TERKAIT: