Alasannya karena PKB merasa nasib Ketua Umum mereka yakni Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang diharapkan menjadi bakal Cawapres, seperti digantung oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
"Jika PKB meninggalkan koalisi KKIR, maka peluang Golkar menjadikan Airlangga Hartarto sebagai Cawapres Prabowo semakin besar," kata Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia, Mohammad Anas RA, saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/7).
Anas juga melihat pertemuan ini sebagai manuver yang dilakukan PKB untuk menekan Gerindra. PKB seolah sedang menambah nilai tawar Cak Imin yang merupakan politisi senior.
Cak Imin pernah menjadi menteri, ketua DPR hingga ketua MPR. Cak Imin juga dinilai menguasai basis suara Jawa Timur yang bisa mengunci para umat Nahdlatul Ulama (NU) atau nahdliyin.
"PKB pun memiliki infrastruktur yang kuat di daerah terpotret PKB masuk nominasi elektabilitas 5 Besar," pungkas Anas.
Seperti diberitakan, Fraksi PDIP bersama Fraksi PKB melakukan pertemuan tertutup, Selasa (4/7), di ruang Fraksi PDIP. Salah satu pembahasannya adalah terkait dengan koalisi pasangan Pilpres 2024.
Wasekjen PKB Syaiful Huda mengatakan bahwa dalam waktu dekat Cak Imin akan sowan langsung ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
BERITA TERKAIT: