Nilai Pindah Partai Hal Biasa, Legislator Gerindra Jabar:Tak Perlu Dibesar-besarkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/agus-dwi-1'>AGUS DWI</a>
LAPORAN: AGUS DWI
  • Senin, 14 November 2022, 16:55 WIB
Nilai Pindah Partai Hal Biasa, Legislator Gerindra Jabar:Tak Perlu Dibesar-besarkan
Wakil Sekretaris DPP Partai Gerindra, Tina Wiryawati/RMOLJabar
rmol news logo Pindah partai merupakan hal lumrah dan biasa terjadi di perpolitikan Tanah Air. Selama tidak menyudutkan partai lama, tidak harus dipersoalkan.

Begitu tanggapan anggota DPRD Jawa Barat, Tina Wiryawati, menanggapi kepindahan Ketua PAC Gerindra pada pekan lalu.

“Jadi kepindahan anggota partai ke partai lain, saya melihat itu sebetulnya hal biasa. Jangan sampai itu terlalu dibesar-besarkan, seolah-olah partai yang ditinggalkan tidak baik atau apa lah,” kata Wakil Sekretaris DPP Partai Gerindra itu, diwartakan Kantor Berita RMOLJabar, Senin (14/11).

Tina berpesan kepada awak media agar tidak menjelekkan satu partai dengan partai yang lain. Namun untuk hal kritik, itu sah saja dilakukan. Termasuk memberi masukan bagi partai politik.

“Saya baca ada satu di media itu berbondong-bondong pindah, kan enggak. Bahkan orang itu pun sebetulnya kalau kita tanyakan, pasti ada alasan tertentu,” ujar Legislator dari Dapil Jabar XIII yakni Kuningan, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran ini.

Dirinya meyakini, ada alasan tertentu kenapa seseorang pindah partai. Mungkin saja karena ingin mencoba situasi yang baru atau organisasi baru.

“Jadi begini, Pak Prabowo dulu ada di Golkar, kemudian mendirikan Gerindra. Kalau kita lihat, banyak pendiri partai baru itu dari partai lama atau yang sudah ada. Aneh tidak kalau mendirikan partai, kan tidak, itu sah-sah saja karena kita di negara demokrasi,” paparnya.

Selain itu, ia berpendapat, jika konstelasi politik itu dinamis. Setiap orang memiliki hak politiknya masing-masing.

“Kalau saya, selama partai politik masih sejalan dengan visi misi dan prinsip hidup, maka saya tetap bertahan. Kecuali kalau sudah tidak sesuai lagi masa harus dipaksakan, banyak faktor yang menjadi alasan pindah partai dan tidak bisa digeneralisir,” pungkasnya. rmol news logo article

EDITOR: AGUS DWI

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA