Sebab menurut Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, subvarian baru tersebut bisa menjangkit masyarakat yang sudah menerima vaksin
booster. Meski, kata dia, efek positif
booster memang menghindarkan rasa sakit serius sampai kematian.
"Varian BA.4 dan BA.5 dan subvarian baru BA.2.75 masih bisa menembus tubuh yang sudah divaksin
booster sekalipun," kata Rahmad Handoyo kepada wartawan, Selasa (19/7).
Rahmad Handoyo juga menyoroti program vaksinasi yang hingga saat ini belum sesuai harapan. Disebutkan, vaksinasi masih di bawah 70 persen, bahkan untuk vaksin dosis ketiga atau
booster masih di bawah 25 persen.
Legislatif Fraksi PDI Perjuangan ini pun meminta pemerintah terus meningkatkan
surveillance, testing, tracing. Karena, dari hasil pemantauan terhadap masyarakat, ketiga hal tersebut menjadi salah satu kunci untuk melawan Covid-19.
Dia juga mengimbau agar pemerintah memperketat level PPKM saat ada tanda-tanda kenaikan kasus yang signifikan.
“Tugas pemerintah harus memantau terus kenaikan kasus varian BA.4, BA.5 dan BA.2.75. Termasuk tingkat risiko varian baru tersebut harus dipantau apakah lebih, sama, atau lebih ringan dibandingkan (varian) Delta,†tandasnya.
BERITA TERKAIT: