Demikian pandangan Direktur Median, Rico Marbun saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL merespons spekulasi pasangan Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Jumat (15/7).
Menurut Rico, jika memang ada peluang kerjasama, sejak jauh hari pasti dilakukan oleh kedua partai. Artinya sejak momentum Pemilu yang dilakukan sudah 4 kali belum ada sejarah kedua partai itu berkoalisi.
Ia melihat, perbedaan paradigma politik antar PDIP dan Partai Demokrat bisa dikatakan sangat keras.
"Saling lempar 'serangan' politik antara elite PDIP dan Partai Demokrat lumayan intensif dan konsisten. DNA keduanya memang bertolak belakang sejak awal kelahiran," demikian analisa Rico Marbun.
Dalam sejarah politik elektoral sejak tahun 2004, saat PDI Perjuangan mengalami kenaikan elektoral justru Partai Demokrat kecil suaranya. Sebaliknya, saat Demokrat perolehan suaranya tinggi, PDIP justru menurun. Catatan Rico, fakta politik ini tidak terjadi sekali dua kali.
"Ini bukam hanya persoalan antar elite kedua partai. Tapi juga antar
grass root," terang Rico.
Analisa Rico, beberapa tahun ini naiknya elektabilitas Demokrat lebih dipengaruhi manuver kader berlambang mercy itu dengan mengkritik kerja kader PDIP yang ada di eksekutif.
"Cara Demokrat menaikkan elektabilitas sedikit banyak dengan dekonstruksi terhadap pekerjaan kader PDIP di eksekutif. Jadi saya agak ragu bisa terjalin kerja sama yang lebih mendalam," pungkas Rico.
BERITA TERKAIT: