Kurang dari 24 jam, aparat berhasil mengamankan terduga pelaku penembakan beserta seorang warga sipil yang diduga ikut menyembunyikan barang bukti senjata api rakitan.
Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania mengungkapkan, insiden berdarah ini mengakibatkan seorang personel Denkesyah Palembang Kesdam II/Sriwijaya, Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa meninggal dunia.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku penembakan diketahui merupakan oknum TNI berinisial Sertu MRR. Sementara warga sipil yang ikut terseret berinisial DS.
"Dalam situasi tersebut, terduga pelaku diduga menggunakan senjata api rakitan dan melepaskan tembakan yang mengenai korban," kata Letkol Yordania dalam keterangannya, Minggu, 17 Mei 2026.
Letkol Yordania menerangkan, peristiwa tragis itu bermula ketika kedua pihak tengah berada di lokasi hiburan malam tersebut. Diduga karena ada masalah pribadi, keduanya terlibat cekcok mulut hingga berujung perkelahian fisik.
Korban yang bersimbah darah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Permata Palembang. Sayang, nyawa Pratu Ferischal tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 03.45 WIB.
Merespons kejadian tersebut, Denpom II/4 Palembang langsung bergerak melakukan olah TKP dan memeriksa sedikitnya 21 orang saksi. Aparat juga mengamankan rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Dari hasil autopsi sementara di RS Bhayangkara Palembang, korban dinyatakan meninggal akibat luka tembak yang menyebabkan pendarahan hebat pada organ vital.
Saat ini, proyektil peluru yang bersarang di tubuh korban telah dikeluarkan dan sedang menunggu hasil uji balistik dari Bidlabfor Polda Sumatera Selatan.
Tak butuh waktu lama bagi petugas untuk mengendus keberadaan barang bukti. Senjata api rakitan yang digunakan Sertu MRR ditemukan di kediaman DS di kawasan Sematang Borang, Palembang, Sabtu malam sekitar pukul 20.15 WIB.
Sementara sang eksekutor, Sertu MRR, berhasil diciduk petugas di area parkir RS Bhayangkara Palembang dan langsung digelandang ke markas militer.
"Pelaku bersama sejumlah saksi masih menjalani pemeriksaan intensif di Madenpom II/4 Palembang guna mendalami motif dan rangkaian peristiwa penembakan tersebut," jelas Yordania.
Terkait kasus ini, Letkol Yordania menegaskan bahwa Pangdam II/Sriwijaya telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Sriwijaya dan Danpomdam II/Sriwijaya untuk mengusut tuntas perkara secara profesional dan transparan.
Di sisi lain, jenazah almarhum Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa telah dimakamkan melalui upacara militer secara khidmat pada Sabtu sore di TPU Sematang Borang, Palembang.
"Kodam II/Sriwijaya berkomitmen menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang melibatkan prajurit serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur," pungkas Kapendam.
BERITA TERKAIT: