Konsisten Kritik Pemerintah, Demokrat Diprediksi Moncer saat Pemilu 2024

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Rabu, 23 Februari 2022, 22:24 WIB
Konsisten Kritik Pemerintah, Demokrat Diprediksi Moncer saat Pemilu 2024
Partai Demokrat/RMOLNetwork
rmol news logo Keberpihakan Partai Demokrat kepada rakyat secara konsisten lewat seluruh kritiknya terhadap pemerintah yang menyimpang. Maka, tidak akan sulit bagi partai yang digawangi AHY tersebut bakal melenggang dengan leluasa di 2024 mendatang.

Demikian disampaikan pengamat politik Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/2).

Jamiluddin mengatakan, keberpihakan kepada rakyat itu harus diperjuangkan Partai Demokrat melalui anggota DPR RI dan DPRD. Hal ini penting dilakukan agar masyarakat menilai bahwa Demokrat berpihak pada rakyat.

"Selain itu, Partai Demokrat harus konsisten menjaga praktik demokrasi di Indonesia. Hal itu tidak hanya di eksternal partai, tapi juga di internalnya,” kata Jamiluddin Ritonga.

Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini menambahkan setiap ancaman demokrasi yang melanda Indonesia saat ini, partai belambang mercy itu harus menjadi garda terdepan.

"Bahkan Partai Demokrat harus melawan siapa pun yang berupaya melemahkan demokrasi di tanah air,” imbuhnya.

Untuk internal partai, lanjut Jamiluddin, Demokrat harus konsisten melaksanakan demokrasi. Misalnya, dalam Musda dan Muscab, sudah seharusnya calon yang memperoleh suara terbanyak yang disahkan oleh DPP menjadi ketua DPD dan ketua DPC.

"Dengan begitu, masyarakat akan menilai Partai Demokrat memang partai yang demokratis,” ujarnya.

Jika hal ini konsisten dilakukan Demokrat, kata Jamiluddin, maka tidak akan sulit bagi partai besutan AHY tersebut untuk mendapatkan peringkat ketiga teratas dalam pemilu mendatang.

"Kalau Partai Demokrat konsisten melakukan hal itu, maka tidak sulit kiranya untuk mengerek elektabilitasnya masuk dua besar. Bahkan tidak menutup kemungkinan menyodok ke peringkat pertama sebagaimana pada pileg 2009,” tutupnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA