Menurut analis politik CSIS Arya Fernandez, Puan Maharani, gaya komunikasi Puan perlu diubah jika ingin elektabilitasnya naik.
"Puan perlu semacam perencanaan kampanye untuk menemui publik secara langsung. Tapi sebelum itu, yang paling realistis dilakukan adalah mengukur peluang memenangi pertarungan,†kata Arya dalam acara diskusi politik Indonesia Point Seri 4 bertema 'Bedah Komunikasi Politik Puan Maharani' secara
hybrid, Jumat (18/2).
Dalam kurun waktu satu sampai dua tahun ini, Puan memiliki pekerjaan rumah yang berat dalam membangun kepercayaan publik.
“Meski Puan sudah melakukan campaign sejak lama, tapi dampaknya belum terasa. Bahkan menurut survei survei nyaris belum tembus 5 persen dan masih di kisaran 1 sampai 2 persen,†katanya.
Oleh karenanya, ia menilai Ketua DPR RI itu tak perlu ngotot menjadi Capres karena elektabilitasnya masih jauh di bawah kandidat lain.
“Yang paling realistis bagi Puan tentu sebagai calon wakil presiden. Karena kalau dia maju sebagai calon presiden itu dia berhadapan dengan kompetisi (sulit),†tutupnya.
BERITA TERKAIT: