Salah satunya adalah Prof. Nadirsyah Hosen atau yang bisa dipanggil Gus Nadir, yang menilai gagasan AKHLAK menjadi cerminan visi kepemimpinan Erick Thohir yang luar biasa.
“Kalau orang bicara adab, etika, akhlak itu kan abstrak tetapi ketika kemudian kita ingin wujudkan dalam tatanan yang lebih konkrit tentukan lebih dari itu. Yang akhlak bagaimana bisa terwujud dalam bentuk kinerja, nah ini yang saya kira visi ke depannya luar biasa ini mas Erick,†kata Gus Nadir dalam keterangannya, Senin (14/2).
Gus Nadir, yang juga Dosen Fakultas Hukum di Monash University, Australia, mengakui gagasan transformasi yang dijalankan Erick Thohir telah memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan negara berkat
core values tersebut.
Menurutnya, BUMN juga berhasil mendapatkan sejumlah raihan positif yang dapat dilihat dari sisi keuangan, operasional dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
Konsep AKHLAK sendiri, kata Gus Nadir, mengingatkan dirinya terkait dengan tradisi ajaran para Kyai saat melepaskan santrinya ke luar dari pesantren.
Saat melepaskan, para Kyai sering mengingatkan bahwa adab sangatlah tinggi dari ilmu. Artinya, tagline AKHLAK yang dicanangkan oleh Erick Thohir ini sangat tepat dalam dengan kondisi bangsa saat ini.
“Artinya, mau orang pintar tapi kalau dia tidak ada akhlak kan susah dan itu kan cocok. Para kiai selalu menekankan itu di pondok pesantren bahwa, adab itu diutamakan dari ilmu, Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia,†pungkasnya.
BERITA TERKAIT: