Pada forum MIKTA tahun 2022, Australia didaulat menjadi tuan rumah. Acara tersebut berlangsung secara virtual dengan dipimpin oleh Presiden Senat Australia, Slade Brockman.
Isu kesetaraan itu, kata Puan, adalah bagaimana negara
middle power bersama-sama menghadapi tantangan pandemi Covid-19, yang diperburuk dengan sebaran varian Omicron.
“Pada awal tahun 2022 ini, situasi dunia masih dihadapkan pada berbagai ketidakpastian. Tantangan nyata ada di depan kita semua. Pandemi berlanjut dengan munculnya varian baru,†kata Puan, Senin (7/2).
Pada pertemuan yang mengangkat tema "
Effective Parliaments Supporting Democracy", Puan menyebutkan, pandemi telah meningkatkan kembali kemiskinan, ketimpangan, dan berbagai masalah sosial.
Selain itu, juga masalah pemanasan global, kerusakan lingkungan dan keanekaragaman hayati yang terus berlanjut.
“Eskalasi ketegangan di antara negara besar bahkan meningkat akhir-akhir ini. Kita tidak cukup hanya membuat daftar permasalahan dan menganalisanya. Saat kita berada di awal tahun 2022 adalah waktu yang tepat untuk meneguhkan komitmen guna memperbaiki kondisi dunia,†terangnya.
Menurutnya, Parlemen negara anggota MIKTA juga perlu untuk menjadi bagian dari solusi. Puan mengatakan, sebagai kelompok
middle power, negara anggota MIKTA memiliki posisi unik.
“Untuk dapat berperan konstruktif guna mendorong perdamaian, stabilitas, dan penyelesaian berbagai permasalahan global. Kemudian menjembatani perbedaan posisi antar-negara, termasuk antara negara maju dan berkembang, dan juga menurunkan ketegangan antar-negara besar,†demikian Puan.
BERITA TERKAIT: